Sumber : https://www.igi.or.id/igi-sumsel-sukses-adakan-webinar-perdana-di-teams.html
Hari pertama diklat Teams di
IGI Sumatera Selatan dengan 180 orang peserta terdaftar. Bukan hanya berasal
dari wilayah Sumatera Selatan, ternyata ada dari provinsi Sumatera Utara, Jawa
Timur, Bengkulu dan Bangka Belitung.
Seperti yang telah dijadwalkan,
tadi malam pukul 19.00 WIB telah diadakan Webinar dengan Mentor Mr. Yandri
Soeyono, seorang Microsoft Innovative Trainer. Meski
hanya 134 orang yang hadir, diskusi berlangsung sangat seru. Waktu webinar
akhirnya ditutup pukul 22.00 WIB mundur tiga puluh menit dari yang telah
dijadwalkan.
Saat sesi tanya jawab dibuka
oleh Ibu Husnaini dari Pengurus IGI Wilayah Sumatera Selatan, beberapa peserta
tidak segan bertanya langsung. Malah ada beberapa dari mereka mengungkapkan
dengan jujur bahwa TEAMS adalah hal baru dan sangat awam. Tidak hanya itu,
mereka bisa saling bertatap muka, berkenalan dengan Mentor dan sesama peserta.
Saya membayangkan mengajar
anak-anak didik saya di pedesaan dengan aplikasi TEAMS. Andai saja operator
setiap jaringan seperti telkomsel, IM3 dan lain-lain bisa sedikit menurunkan
tarif. Hahaha! Semoga saja.
Ini diklat kesepuluh yang
diselenggarakan oleh Pengurus Wilayah Sumatera Selatan. Jika ditotal dari
diklat pertama sampai dengan diklat Teams ini sudah lebih dari seribu orang
peserta yang mengikutinya.
Era pandemi COVID-19 sungguh
membawa hikmah menurut saya. Kalimat “Mari Belajar dari COVID-19” sungguh lah
tepat. Dunia pendidikan telah mengalami banyak perubahan, bertransformasi
menjadi wujud yang baru, sedikit berubah pola, dari tidak biasa menjadi biasa.
Mau tidak mau, para guru dituntut untuk bisa berinovasi . Tentu saja ini bagi
yang masih merasa “menjadi guru”. Tiga bulan sekolah di rumah, para guru
diimbau untuk tetap mengajar. Jangan mau dibilang guru itu makan gaji buta!
WFH alias Work
From Home menjadikan guru bertransformasi. Jika dulu diklat
daring dianggap ‘Tak Penting’ sekarang malah menjadi sebuah kebutuhan. Saya
masih ingat kalimat mantan Menteri Pendidikan Indonesia yang saat ini tengah
menjabat jadi Gubernur DKI Jakarta berkata bahwa Guru adalah pembelajar. Jika
tidak mau belajar, berhentilah jadi guru.
Kalimat itu terdengar langsung
di telinga saat saya tengah menghadiri acara Pesta Literasi Nasional Sagusaku
Ikatan Guru Indonesia di Jakarta Convention Center tahun 2018 lalu. Beliau
diundang waktu itu untuk memberikan Penghargaan kepada pejabat-pejabat daerah
yang telah memberikan kontribusi penuh dan mendukung IGI sebagai organisasi
profesi yang ikut membantu pemerintah untuk meningkatkan kompetensi guru di
Acara Anugerah Pendidikan Indonesia.
Diklat Daring kini menjadi
primadona, itu lebih tepatnya. Guru memang tidak bisa tergantikan oleh
teknologi. Tapi, guru yang seperti apa dulu? Ya. Guru yang tetap mau menjadi
guru. Guru yang tidak mau berhenti untuk belajar.
Eka Fitriani
Ketua Bidang Literasi, Publikasi dan Informasi
IGI Wilayah Sumatera Selatan









0 comments:
Post a Comment